Kamis, 13 Desember 2012

Perjalanan Perdana Menuju Sibayak




Materi hutan gunung dimulai dengan karantina yang mengharuskan kami berada pada satu ruangan sampai saat yang ditentukan. Karantina ini dimulai pada tanggal 16 November 2012 pukul 10.10 dan selama 20 menit kedepan kami bersama BPKU brefing mengenai karantina dan materi besok. Dan disepakati  tentang
A.      Peraturan Karantina
1.       Mematuhi peraturan
2.       Berpakaian rapi
3.       Menjaga kebersihan
4.       Dilarang ribut
5.       Minta izin jika ingin keluar

B.      Peraturan Materi Hutan Gunung
1.       Mematuhi peraturan
2.       Berikap sopan
3.       Dilarang membawa barang berbau elektronik
4.       Dilarang membawa rokok atau miras
5.       Dilarang membawa wangi-wangian atau perhiasan
Setelah selesai brefing kami diharuskan memakan makanan yang udah aku dan zaki beli tadi. Saat makan ada satu diantara kami yang gak mau makan, dengan alasan dia udah makan  dan kami mencoba membujuknya untuk makan. Akhirnya, dia makan juga. Setelah kami selesai makan, kami packing barang ke carier masing-masing. Setelah  itu ganti baju dan istrahat. Saat istrahat, kami saling bercanda tapi yang buat aku heran si Kiki sempat lagi tidur dalanm keadaan bising seperti itu.
Pada tanggal 17 november 2012 jam 00.00 kami semua diharuskan keluar ruangan dan pergi ke belakang tiang panjat untuk membangun bivak masing-masing. Banyak diantara kami yang membuat tiang panjat sebagai penyanggah. Aku agak telat jadi tidak mendapat tempat seistimewa seperti itu. Aku mendapat tempat di dekat pohon besar yang menurutku sih aman. Aku bingung saat membuat bivak adalah ponco ku. Pada saat ceklist aku disuruh Bang Janjung melubangi bivakku untuk masukan kepala jika terjadi hujan, tetapi aku kebesaran melobanginya jadi susah untuk menyatukannya. Akhirnya selesai pada pukul 01.30 dengan bivak yang paling unik di semua bivak yang ada. Setelah pemasangan bivak selesai kami diharuskan untuk tidur.Sulit sekali untuk tidur karena harus berhadapan dengan prajurit nyamuk yang siap memasukkan alat hisapnya ke tubuh saya.  Setelah memakai semua perlengkapan tidur, sleeping bag dan balaclava nyamuk-nyamuk pun teratasi.Muncul masalah baru kepanasan melanda. Tidak masalah bantai terus tidur alhamdulilah, nyenyak juga ternyata.
Pukul 05.30 kami mendengar suara bang akmal menghitung dan kami semua bangkit menghampiri bang akmal .Bivak pun hancur saat kami keluar darinya. Semua sudah ada dalam  barisan tetapi saat dihitung ternyata kurang satu. Kami bingung,  setelah diselidiki ternyata Mario masih di alam mimpi dan perlu disadarkan. Akhirnya semua kumpul  dan kami melakukan pemanasan dan push up sebanyak 20 kali.
Pukul 05.50 kami semua di instrusikan untuk sarapan pagi per team. Kami bingung karena di rencana kami sebelumnya makan nasi goreng bersama-sama. Untung saja ada sisa makanan yang kami buat kemarin. Jadi sarapan kami berakhir dengan telur yang agak gosong dan teh manis masuk ke dalam perut.  Dilajutkan kembali dangan mengcleaning bivak masing-masing dan packing kembali ke dalam carier. Setelah itu giliran pekarangan kompas yang perlu di bersihkan.
Pukul 08.00 kami semua baris didepan serketariat Kompas USU untuk melakukan upacara pelepas calon anggota menuju gunung sibayak. Dengan mendengarkan sambutan dari Bang Mawan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Kak Manda.
Pukul 08.15 kami semua melakukan perjalanan dari kompas ke sumber. Ternyata portaging selama ini berguna saat membawa carier jalan. 10 menit kemudian sampai di sumber dan kami menunggu angkot yang menuju simpang kuala. Angkot pun lewat dan kami naik,  15 menit kemudian kami sampai di simpang kuala. Tidak panjang lebar kami langsung naik sutra meuju berastagi.
Pukul 08.40 kami berangkat dari simpang kuala.Tidak ada kesan karena saya tertidur di dalam bus. Pukul 10.20 kami turun di ujung penatapan. Kami istrahat sebentar setelah itu langsung pemanasan. Memulai tracking pukul 10.30 aku sangat bersemangat. Istrahat pertama di bawah tiang tower aku yang tadinya bersemangat menjaid letoi lalu aku bertukar carier dengan dimas tetapi setelah berhenti di bawah tower aku kembali membawa carier yang memang sangat berat. Perjalanan pun dilanjutkan dengan dimas membawa carier kiki dan kiki membawa carier dimas. setelah 30 menit kami istrahat kembali. Ah lega rasanya bisa menurunkan carier sebentar. Perjalanan dilanjutkan kembali sampai 30 menit berikut. Kami istrahat kembali lega rasanya. Perjalanan dilanjut kan kembali, setelah 30 menit berjalan berhenti kembali. Bang Tanjung memperkenalkan jungle candy ke kami, perjalanan dilanjutkan dan berhenti kembali cukup lama yaitu setelah 1 jam.Kaki ku pun keram di 50 meter sebelum pemberhentian berikut. Setelah disemangati oleh agung dan zaki akhirnya aku pun sanggup sampai di pemberhentian berikutnya.
Pukul 12.55 kami di instruksikan untuk makan siang.Team 2 makan siang dengan roti bantal dan selai serikaya yg khusus didatangkan dari Siantar. Selesai makan aku melakukan pemanasan sendiri karena tadi sempat keram. Pukul 13.45  bang akmal pun datang dan mengisyaratkan kami untuk membangun bivak di daerah tersebut. Kami mendapat tempat paling pas untuk memasang tenda. Setelah satu jam setengah adu pendapat dengan teman setim yaitu Fauzan dan Ishak, bivak pun selesai. Atap sebelah kiri kami naikkan dan kami sebut dengan ruang tamu. Kami melanjutkan pekerjaan dengan memasak makan malam dengan tema teh manis, bayam, telur dan tempe goreng sambal. Kami pun makan malam dan beristrahat dengan ngobrol2 bareng teman setim dan tetangga yang ikut gabung dengan alasan melihat waktu-waktu perjalanan untuk penulisan laporan. Saat masak memasak makanan dimulai, tim tetangga mulai sibuk meminjam satu persatu dari peralatan yang mereka tidak ada. Mulai dari garam sampai trangia. Agak kesal karena kan udah dibicarakan sebelumnya tentang apa yang harus dibawa. Kenapa mereka tidak ada tapi yaudahlah namanya juga keluarga. Jam 7 lewat sedikit makan malam pun selesai dihidangkan dan kami makan malam layaknya keluar gabahagia.
Pukul 20.00 kami dikumpulkan kembali untuk melakukan brifing perjalan yang udah kami lalui. Banyak sekali keluhan yang kami utarakan: fisik yang kurang, konsolidasi sesama team, dan juga kekompakan kami yang perlu dibangun kembali. karena sebelumnya terjadi adegan tukar-menukar cerier kami jadi mendapatkan pepatah yang berbunyi “ apapun yang menjadi milik kita adalah kebutuan kita ,gunakan dan jagalah barang-barang atau apapun yang menjadi milik kita”. Lalu kami melakukan lelang yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu lelang sampah. Aku membeli 2 item yaitu karet yang aku tinggal saat simulasi bivak di kompas dan bungkus coklat yang aku tinggal saat istrahat ke 4 sebelumnya. Lelang selesai kami kembali ke bivak dan siap untuk tidur. Saat tidur aku mencoba untuk tidak memakai sleeping bag. Namun pukul 01.00 aku terbangun karena kedinginan untuk memakai sleeping bag. Tidur pun nyenyak sampai pukul 05.00. Ketika kami bangun, kami langsung bersiap untuk memasak sarapan pagi dengan menu susu, nugget, sayur soup, dan sambal tempe yang dikasih tetangga karena mereka membawa terlalu banyak. Sarapan pun siap untuk disantap dan kami pun melahap sarapan kami.
Pukul 08.00 kami di kumpulkan untuk melakukan pemanasan. Setelah itu kami push up 30 kali. Lalu aku membayar 2 item yang kubeli tadi malam dengan push up sebanyak 40 kali, dan karena ada satu item yang tidak terbeli jadi, kami semua membayarnya dengan push up sebanyak 30 kali, lalu di areal bivak kami, di temukan sekumpulan sampah oleh instruktur.  Kami harus membayar dengan dirjong (berdirijongkok) sebanyak 50 kali. Jadi, total olah raga ku pagi itu sebanyak 100 kali push up dan 50 kali dirjong. Hal tersebut adalah olah raga terbanyak yang pernah ku lakukan selama ini.
Pukul 09.35 ,kami melanjutkan perjalanan. 10 menit kemudian kami berhenti untuk melakukan praktek nadar di ketinggian 1575 diatas pemukaan air laut. Kami melakukan penembakan kearah desa doulu dan juga kearah puncak barus.Ternyata kami salah dan tidak menemukan titik koordinat lokasi kami.
Pukul 10.00 kami melanjutkan perjalan. karena olahraga yang cukup aku belum kelelahan dan kami berhenti setelah 30 menit kemudian. Menghela nafas sebentar dan membasahi tenggorokan lalu kami melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang terlalu lama membuat aku terlalu kelelahan seakan tidak sanggup lagi melangkah tetapi aku percayaa ku bisa. Setelah berjalan 1 jam kami beristrahat. Aku langsung meletakkan carier dan langsung berbaring, karena terlalu kelelahan.
Pukul 11.45 kami melanjutkan perjalanan. Dengan semangat, aku melanjutkan perjalanan. Setelah 45 menit melakukan perjalanan akhirnya kami sampai di lereng gunung. Namun sayang saat itu terjadi kabut jadi pemandangan pun tidak terlihat. Beberapa menit kemudian saya berhenti karena memperbaiki baju tetapi teman-teman melanjutkan perjalanan. Saat itulah saya beruntung karena dapat beristirahat sambil memperbaiki baju. Saya lanjutkan perjalanan dengan instruktur di belakang. Aku sempat tertipu saat dikatakan bahwa beberapa meter lagi akan sampai puncak. Tetapi setelah lewat masih terpampang lahan luas yang harus aku lalui. Aku lanjutkan perjalanan saja.Tiba di pemberhentian sekitar pukul 12.30 istrahat sebentar dan langsung melanjutkan perjalanan. Istrahat saya kurang karena tadi terlambat sampai kepemberhentian. Setelah melewati lereng yang agak curam aku agak senang karena telah melihat bendera kompas. Kak Desti dan Kak Manda duduk diatas batu. Saya pikir perjalanan telah berakhir sampai puncak. Namun mereka kami lewati, ternyata perjalanan kepuncak sibayak belum selesai. Beberapa saat kemudian kami tiba di pemberhentian. Di atas puncak sibayak tepatnya. Akhirnya untuk pertama kali sabayak pun mampukutaklukkan. Kami mempersiapkan makan siang dengan menu nutrisari dan roti selai ganda. Kami memakanmakansiangdengannikmat.Saatistrahatteman-teman bertemu dengan bule. Mereka bercerita-cerita dan berfoto dengannya.
Pukul 14.00 kami melakukan pemanasan dan push up sebanyak 20 kali. Teman kami Dimas dan Adit kehilangan topi. Mereka terkena hukuman, kasian mereka. Perjalanan kami lanjutkan kembali. Sampai kejalanan aspal sekaligus pemberhentian pada pukul 14.45 istrahat sebentar. Kami melanjutkan perjalanan. Jalanan yang kami lalui sangat menurun membuat ujung kaki terasa mau pecah dan lutut bergetar. Aku berjalan dibelakang Karena sudah kehabisan stamina. Pukul 15.05 tiba di pemberhenti yang kurasakan bagai surga. Di pemberhentian kami melihat angkot, Bg Tanjung berbaik hati melakukan negosiasi dengan supir dan menawarkan 5000 untuk ongkos turun kebawah. Teman-teman pada galau menanggapinya. Pada pukul 15.20 kami naik angkot, penderitaan pun berakhir di dalam angkot aku tertidur dan tidak tahu apa yang terjadi. Setelah sampai di bundaran berastagi pada pukul 16.00. Ada yang ngejahiliku dengan mengikat rambut depanku. Saat aku turun aku seperti badut. Kami menunggu bus ke medan hampir 1 jam lebih dan akhirnya kami berangkat naek angkot dengan ongkos 12 ribu.
Pukul 17.40 kami berangkat kekampus perjalanan kami penuh dengan canda tawa dan sindiran membuat kekompakan kami semangkin terasa. 20.15 kami sampai di kompas dan langsung melakukan evaluasi perjalan. Hasilnya banyak dari kami yang kurang latihan fisik dan lupa tentang nadir saat melakukan perjalanan. Pesan dari abang Senior “kita perlu tahu tujuan kita dan perlu mempersiapkan apa yang diperlukan dalam melakukan perjalanan tersebut” pukul 21.30 kami selesai rapat dan aku bangga telah menaklukkan gunung sibayak untu kpertama kali. Pesan yang dapat kuambil adalah “jangan pernah putus asa dalam menghadapi semua masalah, persiapan adalah suatu kebutuhan dalam melakukan perjalanan”.